Senin, 24 Januari 2011

Darma Bakti Tbn,....


manusia adalah malaikat bersayap satu, dan bisa terbang bila saling berpelukan (Luciano de cresenzo).

sebuah proses perjalanan manusia adalah tidak terlepas dari liku-liku persoalan, yang menjadi barometer suatu tim menjadi super tim dalam dimensi apapun.

Selasa, 18 Januari 2011















KNOWLEDGE ENHANCEMENT 2
Published by the Counseling and Development Unit, SSSD UTP ( Issue 2)
Prepared by: Hj. Abdul Jalil Abdullah


THE POWER OF POSITIVE MINDS



If you were stuck on a desert Island with one other person, would you want that person to be an optimist or a pessimist? Why? Certainly an optimist would look for a way to improve your chances of being rescued. They would try to find the bright side of things. In their twisted little mind they would turn this seemingly negative experience into something positive.

The key to attracting almost everything you desire begins in your powerful mind. You’re about to discover this great truth first hand. First you turn on the optimal mindset then good things begin to happen to you. The following techniques are incredibly powerful and are to be used as often as possible until they become a habit.

Clean out negative clutter
This clutter consists of things like worry, fear, day dreaming, hurt, anger, resentment, insecurity, low self image, regret, and all sorts of unproductive things. Negative thoughts often overpower positive thoughts in hand to hand combat. So what's the solution? Complete and total elimination. Only a mind that’s free and clear of negativity can take full advantage of positive input.

Gratitude Produces an Optimal Attitude
It's important for our well-being and happiness to be thankful for what we do have. Look at your list of things to be grateful for and give thanks for what you've been blessed with. See how it changes your outlook. Sense how this switch makes you feel and how does it changes your perspective on life?

Transform yourself into having the characteristics you wish you had.
At the beginning of each day and at odd moments throughout the day, write at the top of a piece of paper "Today I Display the Following Traits with Great Power and Frequency". Write the statements over and over until you begin to feel you have the traits you desire. Try both the written and the verbal versions of this switch and take note of how it energizes you and improves your day.

Adjust your posture and spruce up your appearance.
Take a mental note of how your posture makes you feel. You can instantly change the way you feel by changing your posture. You may be surprised just how much difference it makes to your attitude to assume a positive energetic posture and to keep your appearance at its best.

Treat Others with Love & Respect
We all need good relationships with others in order to maximize our potential. Treat all people with love and respect; try to help others get what they want. Whenever you encounter someone give them a smile and a kind greeting. In the quiet of your heart and mind say "You’re awesome, I’m glad to see you”.

These exercises provide just a few simple examples of the power your mind possesses. While practicing these exercises your inner mindset changes first, and then your outside world begins to change for the better.



5 Steps Towards Good Attitude


· Have a positive attitude.
It is essential to have a positive attitude in achieving success in any situation. If you aim to achieve academic excellence, you must be responsible to carry yourself well in reaching the goal of attaining the excellence you targeted. Thus, you must develop the right attitude toward the material that is needed to be learned in order to become what you desire to be.

· Respect yourself.
Quit making excuses for your behavior is the first step in respecting yourself. If you wanted to go forth in any particular subject, you must do all the effort required to learn the subject. Mediocrity is not the level of performance you want to achieve, you must aim to excel in whatever you go after. Hard work is not easy by any means, but it is worth in reaching your goal.

· Be good to yourself.
Act and treat yourself accordingly. When you keep saying negative things about yourself, it is going to stick with you. For example, if you continuously call yourself stupid, it is going to pop up every single time you try something new. Don't put yourself down. If you continue doing it, you are going to actually believe in it even though it is not true!

· Ready to change!
Changing attitudes is one key ingredient in order to create a mind of good attitude and habits. Think about your past failures and how you can effectively change those habits. If you are a procrastinator, learn punctuality, if you are an excuse maker, work your way out of your excuses, and if you are self critical, think of how wonderful you are and believe in it. It is totally a good way to mature and grow as a person.

· Visualize success.
If you look for the greater good in everything, you will win every time. Just practice thinking positively about any situation and you will win in one way or another. If the situation does not turn out the way you expected it to be, it might turn out better.



Surat Untuk Calon Istriku
Assalamualaikum wr.wb

Untuk Bunda,,calon istriku….flower

Tangan ini mau menulis sesuatu tentang apa yang ada di lubuk hati ku. Aku mulai tertanya-tanya apakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebagian agamanya. Sering kali aku mendengar bahwa ungkapan “Kau tercipta untukku.”

*******

Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat itu karena di liputi oleh hawa nafsu. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku,baru saat ini aku mengerti bahwa pada suatu hari NANTI aku harus mengambil satu TANGGUNGJAWAB yang memang diciptakan khusus untuk diriku, yaitu DIRIMU. Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fizkal, spiritual dan juga intelektual untuk BERTEMU denganmu.

*******

Aku mau pertemuan kita yang pertama aku kelihatan ‘sempurna’ di hadapanmu meskipun pada hakekatnya masih banyak lagi kelemahan pada diriku ini. Aku mencoba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku wujudkan ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku coba membatasi hubungan pembicaraan dengan wanita lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting karena aku risau aku menceritakan rahasia diriku kepadanya karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya kerana dirimu adalah SEBAGIAN DARIKU dan hak bagimu untuk mengetahui segala lahir dan batin diriku ini.

*******

Apabila aku memakai kopiah, aku disangka ustad. Diriku memakai jubah, disangka syeikh. Lidahku mengajak manusia ke arah makruf disangka dai. Bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan keridhoan Allah. Yang aku takuti, diriku mulai didekati oleh wanita karena perawakanku dan perwatakanku. Baik yang indah berjilbab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku.
Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “
“Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.”

*******

Jiwa remaja ku ini mulai mencari cinta menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu. Di sana engkau setia MENUNGGU diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.

*******

Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku liat dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku akan MELAMARMU, akan ku lihat wajahmu sekilas agar tercipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.

*******

“Nikahilah wanita karena empat perkara” keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih AGAMA engkau tidak akan menyesal.”
Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pembatas diri kita. Akan ku jadikan AKAD NIKAH itu sebagai cap HALAL untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan PERNIKAHAN yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.

*******

Dari Ayah,calon suamimu… flower

Ya Allah
Jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku
Dengan ketentuan-Mu

Dialah permata yang dicari
Selama ini baru kutemui
Tapi ku tak pasti rencana Ilahi
Apakah dia kan kumiliki
Tidak sekali dinodai nafsu
Akan kubatasi dengan syariat-Mu
Jika dirinya bukan untukku
Redha hatiku dengan ketentuan-Mu

Ya Allah
Engkaulah tempat kubergantung harapanku
Kuharap diriku sentiasa di bawah rahmat-Mu







Siapa kita?


Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabbi Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada sentiasa menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan saujana mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak kerana telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka

Sahabat,
saya bangga melihatmu derita dlm perjuanganmu,
dari melihatmu gembira dalam kelalaian . . .
sahabatku,
saya bangga mendengar tangisanmu kerana pengorbananmu,
dari melihat tawamu dalam pengkhianatan . . .
saya bangga andai dikau mati di medan kebenaran,dari hidup dalam kesesatan,
kerana jangan lupa sahabatku . . .
muliamu bukan pada pangkat,harta dan rupa tetapi kerana ISLAM yang bukan hanya pada nama...

salam muhasabah buat semua..







------------------------------------------------------------

" Ya Allah , jangan biarkan aku bebas membawa diriku sendirian di dunia ujian-Mu ini .
Jangan biarkan aku sendiri , jangan biarkan aku terus hanyut di bawa arus hawa nafsu di lautan ujian-Mu .
Pegangilah dan pimpinlah aku menuju jalan redha-Mu "

------------------------------------------------------------


Akan ku lari jauh-jauh untuk menghindarkan diri
Kerna aku takut akan seksaan dari Tuhanku

Sukarnya diriku mengerti dirimu
Pada nilai dan harga dirimu
Apa yang ku tahu diriku teruji
Dengan keanggunan wajahmu

Andai dikau menjelma ku bagai tak berdaya
Bergetar naluri di hati
Lambaian sang bidadari
Kaburi mata ini
Haruskah ku mencari
Apa yang tidak pasti

Ku menjauh
Tak mahu ku tempuhi
Perjalanan yang suram ini
Ku menjauh
Daripada ku teruji
Apa yang tidak pasti

Dikala kau menjelma
Ku bagai tak berdaya
Bergetar naluri di hati
Senyuman sang bidadari
Kaburi mata ini
Haruskah ku mencari
Apa yang tidak pasti

Akan ku lari jauh-jauh untuk menghindarkan diri
Kerna aku takut akan seksaan dari Tuhanku
Ku lari jauh
Jauh darimu
Dari ujian ini
Inni Akhafullah !

Selasa, 11 Mei 2010



Keagungan Ilahi

Andai Kutahu

"Ketika aku muda dan bebas berkhayal, aku bermimpi ingin merubah dunia. Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati dunia tidak kunjung berubah. Maka cita-cita itupun kupersempit. Lalu kuputuskan untuk merubah negeriku. Namun hasrat itupun tiada hasilnya. Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa, kuputuskan untuk merubah keluargaku. Celakanya, merekapun tidak mau berubah. Kini, sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari, jika pertama yang kurubah adalah diriku, maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa merubah keluargaku. Dengan dorongan yang kuat dari mereka, siapa tahu aku akan bisa merubah dunia."
Oase di Tengah Sahara

"Aku tahu bahwa rezekiku tak akan diambil orang karena itu batinku selalu tenang. Aku tahu amalku tak kan dilakukan orang karena itu aku sibuk mengerjakannya. Aku tahu Allah selalu mengamatiku karena itu aku merasa malu saat Ia melihatku dalam kemaksiatan. Aku sadar bahwa kematian sudah menungguku karena itu aku selalu menambah bekal untuk pertemuanku dengan-Nya."



Makna Kehadiran Rasulullah


Membincang sosok Rasulullah seperti melihat bola kristal, selalu memancarkan cahaya dari sudut manapun ia dipandang. Sosok historis ini telah “menyihir” milyaran umat manusia, dari yang kagum dengan ketabahannya sampai kecerdasannya dalam mengawal kondusifitas masyarakat. Beragam tulisan pakar tentangnya menghiasi ribuan perpustakaan dunia. Keberhasilannya dalam berbagai aspek menyedot empati akademik untuk mengkajinya secara mendalam. Demikianlah, sosok agung ini dikagumi tidak hanya oleh pengikut setianya, tapi juga oleh lawan-lawan politiknya. Ia dibesarkan tidak hanya oleh umat Islam, tapi juga oleh non Muslim yang menelitinya secara objektif. Pelecehan terhadap dirinya, bukan membuatnya luntur dari sanubari yang mencintainya, namun malah membuatnya semakin menempati singgasana terkokoh dalam sanubari mereka. Kehadirannya ke tengah-tengah masyarakat dapat dirasakan sebagai sebuah anugerah yang tak ternilai. Dalam waktu yang amat singkat, ia menyulap dunia menjadi ladang kedamaian yang didamba setiap orang.


Sumber Inspirasi

Deretan keunikan Rasulullah telah melahirkan kegelisahan akademik para pakar di bidangnya. Ia menjadi inspirasi besar bagi lahirnya karya-karya yang cukup berbobot. Sebut saja misalnya Martin Lings (Abu Bakr Siraj Ad Din), tokoh sufi Inggris, melahirkan master piece tentang sejarah hidup Rasulullah. Ia menulis sebuah buku yang berjudul “Muhammad; His Life Based on the Earliest Sources (1983) / Muhammad; Sejarah Hidup Berdasarkan Sumber Otoritatif (1983)”. Lings dalam karya itu menyebut Rasulullah sebagai reformer sejati, sehingga kemudian risalah yang dibawanya seperti obor pencerahan yang tak pernah padam. Silsilah Rasulullah sampai kepada Nabi Ibrahim juga ia uraikan. Ia sepertinya ingin menegaskan bahwa misi profetik yang dibawa Rasulullah sebenarnya merupakan kontinyuitas dari risalah-risalah kenabian sebelumnya. Kehadiran Rasulullah ke tengah masyarakat hendak ia tegaskan sebagai misi langit yang bersifat membebaskan. Mengenai karya Lings ini, banyak pakar menyebutnya sebagai buku tentang riwayat hidup Rasululullah yang memiliki narasi dan argumen kuat.

Demikian pula dengan Karen Armstrong, feminis dan mantan biarawati Inggris, dikenal sebagai penulis papan atas karena karyanya tentang tradisi agama-agama Ibrahim (Yahudi, Kristen dan Islam). Dalam salah satu karyanya yang berjudul “Muhammad; Prophet for Our Time / Muhammad; Nabi Sepanjang Zaman”, penyair yang mengaku sebagai monotheist freelance (meyakini keesaan Tuhan tapi tidak menganut suatu agama pun) ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad adalah sosok paradigmatik yang datang ke dunia. Kedatangan Nabi Muhammad itu untuk menyembuhkan luka dan cacat dunia. Armstrong juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad diutus Allah untuk menanamkan doktrin tauhid sebagaimana agama-agama Ibrahimik lainnya. Meskipun karya Armstorng tetap harus kita kritisi, namun ia mendapatkan inspirasi yang begitu besar dari kehadiran Rasulullah ke tengah-tengah umat manusia.

Demikian pula Michael Hart, jurnalis berkewarganegaraan Amerika. Ia tidak sungkan menempatkan Rasulullah di barisan terdepan di antara tokoh-tokoh yang paling berpengaruh di rahim sejarah. Dalam pertimbangan Hart, Rasulullah layak ditempatkan dalam posisi tersebut karena jasa besarnya yang tak tertandingi dalam menyelamatkan umat manusia. Ribuan tahun semenjak anak yatim itu wafat, risalah yang dibawanya bukan mengalami pengkaburan, sebaliknya, mendapat empati jutaan manusia dari segala strata. Seperti menaiki kereta salju, Hart meluncur dengan kesimpulan objektifnya, meskipun satu dua kritik diarahkan kepadanya. Apalagi di belakang posisi Rasulullah ada Nabi Isa, sosok yang ia yakini sebagai firman Tuhan yang menjadi daging. Uraian cerdas dan berani dari Hart itu terekam dalam karya besarnya, “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah (2001)”. Karya tersebut sudah amat familiar di ranah akademik insan dunia.

Selain menjadi wacana ilmiah, gagasan-gagasan profetik Rasulullah juga memberikan konfigurasi emosional tersendiri bagi umat Islam. Khusus di Indonesia, berbagai aktivitas keagamaan dibuat hanya untuk mengenang atau menapak jejak perjalanan hidupnya. Sosok manusia agung itu dikenang, dipuja dan diteladani. Tradisi keagamaan masyarakat terasa tidak lengkap manakala perayaan yang terkait dengannya tidak dilaksanakan. Dari sini, tradisi tersebut menjadi simbol kekayaan warisan Islam tersendiri yang muncul dari budaya khas Indonesia. Beberapa diantara pakar, berdasarkan kultur itu, mencoba mengekspornya ke ranah internasional. Tak sedikit pula yang ingin menciptakan Islam khas Indonesia, Islam yang berbeda dengan nuansa gurun, tempat pertama agama ini diturunkan.


Pesan-Pesan Rasulullah

Tidaklah arif, sekiranya kajian tentang Rasulullah hanya terfokus pada keagungannya saja. Cinta kepada Rasulullah yang dibuktikan secara akademik dan ekspresif emosional mestilah diikuti dengan proses internalisasi historis eksperiensial. Karya-karya akademik yang cukup diakui, gelora emosi yang meluap, tidak ada maknanya sama sekali jika perilaku Rasulullah tidak kita warisi dan budayakan. Sebenarnya, beragam tulisan dan selebrasi keagamaan bertujuan untuk terus menyegarkan ingatan kita terhadap sosok pembebas itu. Dari sini nampak jelas, betapa setiap kita memiliki kewajiban individual untuk turut serta mengejawantahkan keinginan Rasulullah dalam ranah kehidupan kita masing-masing. Jika tidak, maka tulisan-tulisan berikut tradisi keislaman yang selama ini kita bangun ibarat sosok bangkai yang ruhnya sudah hilang.

Wilayah amalan yang dilakukan Rasulullah tidak mungkin diurai diatas beberapa lembar kertas. Karena itu, pesan-pesan yang mesti kita tangkap tentu saja terkait dengan kebutuhan mendasar umat manusia secara general. Tanpa bermaksud melakukan simplifikasi, ada beberapa yang tetap kontekstual seiring dengan berlalunya waktu. Pertama, pesan tauhid. Misi ini merupakan risalah genetis yang diterima para Rasul secara turun-temurun. Ide tauhid mengindikasikan “perbudakan” boleh terjadi hanya antara seorang hamba kepada Tuhan. Angin perubahan yang dihembuskan ide ini sanggup menghempaskan kultur Pagan yang cenderung aristokrat dan memihak kelas menengah atas. Setelah ide ini datang, penghambaan sejati dapat terjalin antara makhluk kepada Sang Khalik. Kemulian manusia yang semula diukur dari berbagai ornamen material, berganti konsep iman dan takwa kepada-Nya.

Kedua, cinta wong cilik. Kehadiran Rasulullah serta merta meruntuhkan kultur yang merendahkan wong cilik. Para pengawal Nabi mulia ini bukan sosok-sosok yang kekar secara fisikal, melainkan orang-orang yang diyatimkan secara sosial dan kultural; anak yatim, budak, janda tua dlsb. Inilah salah satu rahasia mengapa kehadirannya kemudian mendapat sambutan hangat di kalangan mereka. Ketiga, misi persaudaraan. Pasca kedatangan Rasulullah, suku-suku yang berseteru diikat oleh perjanjian religius dan kontrak sosial. Masing-masing saling melindungi. Betapa cerdasnya beliau ketika mengikat non Muslim dengan Piagam Madinah. Ikatan tersebut menjadi alat perekat tersendiri sekaligus menghentikan pihak-pihak yang semula bertikai. Secara internal, Rasulullah menilai persaudaraan seagama adalah model terkokoh. Aksi konkrit itu diwujudkannya dengan mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar.

Di tengah konteks masyarakat kita yang cenderung menghambakan diri kepada penguasa, kekuasaan dan ikatan materi, pesan tauhid terasa kontekstual dan penting. Tauhid memberangus keimanan artifisial dan subjektivitas egoisme yang sempit. Tujuan hidup hakiki manusia dibimbing hanya kepada Tuhan. Dengan ini pula, manusia disadarkan bahwa kelebihan mereka atas yang lain tidak terletak pada asesoris mewah yang bergelantung pada dirinya, melainkan kualifikasi ruhani yang matang dan mumpuni. Wong cilik yang dianggap warga negara dengan angka besar, ternyata mendapat atensi yang mengagumkan dari Rasulullah. Implikasi dari hal itu tentu saja upaya bergandengan tangan untuk memuliakan mereka secara material atau spiritual. Di sebalik senyuman manis dan kepuasan material segelintir masyarakat, ternyata masih banyak ribuan bahkan jutaan wong cilik yang butuh uluran tangan. Pada ranah inilah kemudian pesan rasulullah menemukan momentumnya.

Demikianlah, makna kehadiran Rasulullah ke tengah masyarakat sebenarnya lebih tepat disebut sebagai juru selamat. Menyelamatkan manusia secara spiritual maupun material. Untuk itu, pesan-pesan penting yang disampaikannya perlu untuk terus dilestarikan. Hal tersebut juga dapat berfungsi sebagai tawaran manis untuk menghapus berbagai kekalutan bangsa kita. Memahami makna kehadiran Rasulullah bukan saja berarti mentabulasi semua laku baiknya, lebih daripada itu, agar kita dapat melangkah di atas format kehidupan sebagaimana yang pernah dijalaninya. Wa Allahu a’lam.

Kamis, 04 Maret 2010

Never Live Histories









Darma Bakti Tbn

" Manusia Adalah Malaikat Bersayap Satu dan Dapat Terbang Bila Saling Berpelukan"
(Luciano de Cresenzo)

Anak Adam dalam selimut malam, merenung dalam kedinginan yang selalu maraung dalam kesedihan....
selimut alam menutupi tubuh telanjang dalam kenangan pelukan sang Ibu...

Kapankah waktu kan berlalu yang selalu menutupi mata hatiku..
kapankah masa

Rabu, 03 Maret 2010

MEMORIAM IN NIAS


POJOK RENUNGAN




Darma Bakti Tbn


LEMBUTKAN HATIMU DENGAN MENGINGAT KEMATIAN

Saudaraku yang mengharap ridho Allah Subhanahu wa Ta"ala, Sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah sebuah perjalanan panjang menuju negeri keabadian. Semoga kita digolongkan ke dalam orang-orang yang sadar dan mengerti harus bagaimana menjalani hidup ini agar terhindar dari kehidupan yang sia-sia dan tanpa makna.

Perjalanan ke sebuah negeri yang tiada akhirnya. Ingatlah wahai saudaraku perbekalan yang terbaik adalah ketakwaan kita (watazawwadu fainna khoirozzaadittaqwa) QS.2:198.

Yakni dengan amal shaleh yang ikhlas dan mutaaba?ah (sesuai sunnah Rasulullah u) yang menyertaimu ketika meninggalkan dunia ini untuk menghadap Allah Subhanahu wa Ta"ala dalam kematian yang pasti.

?? ??? ? ? ???? ???? ?



?Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati?.? (QS. Al-Imran :185)
Memang wahai saudaraku. Perjalanan ini adalah menuju akhirat. Suatu perjalanan yang kita mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta"ala agar berakhir pada kenikmatan surga.

Bukan neraka. Karena keagungan perjalanan menuju hari akhir inilah Rasulullah bersabda:

?Seandainya kalian mengetahui apa yang kuketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.? (Mutaffaqun ?alaih)
maksudnya, jika kita mengetahui hakekat ajal yang akan menjemput kita dan kedahsyatan alam kubur, kegelapan hari kiamat dan segala kesedihannya, shirot (titian) dan segala rintangannya, surga dengan segala kenikmatannya, niscaya akan memberikan motivasi kepada kita untuk mengadakan perubahan. Berubah dari kefasikan dan kekafiran menjadi keimanan, dari kemunafikan menjadi istiqamah, dari keraguan menjadi keyakinan, dari kesombongan menjadi ketawadhu?an, dari rakus menjadi rasa syukur dan sederhana, dari pemarah dan pendendam menjadi kasih sayang dan memaafkan, dari kelicikan dan kesewenangan menjadi kejujuran dan keadilan, dari kedustaan menjadi kebenaran. Jadi, perubahan diri dari sifat dan watak syaithoni dan hewani, menjadi insan Islami harus segera di mulai.

Akan tetapi kita sering lupa atau berpura-pura lupa dengan perjalanan panjang tersebut, bahkan malah memilih dunia dengan segala perangkatnya, kemewahan, kecantikan, kekayaan, kedudukan yang semua nilainya disisi Allah Y, tidak lebih dari sehelai sayap nyamuk!
Wahai yang tertipu oleh dunia?..! Wahai yang sedang berpaling dari Allah Y?! Wahai yang sedang lengah dari ketaatan kepada Rabb-nya?! Wahai yang nafsunya selalu menolak nasehat!! Wahai yang selalu berangan-angan panjang!!! Tidakkah engkau mengetahui bahwa kamu akan segera meninggalkan duniamu dan duniamu pula akan meninggalkanmu? Mana rumahmu yang megah? Mana pakaianmu yang indah? Mana aroma wewangianmu? Mana para pembantu dan familimu? Mana wajahmu yang cantik dan tampan? Mana kulitmu yang halus? Mana?.?! Mana?.?! Saat itu ulat dan cacing mengoyak-ngoyak dan mencerai-beraikan seluruh tubuhmu ?.?!
Bersegeralah bersimpuh di hadapan Rabbul Jalil, Allah Y. Lepaskan selimut kesombongan yang menghalangi dari rahmat dan maghfirah-Nya.

Kuberikan khabar gembira bagi yang berdosa, lalai dan berlebih-lebihan, agar segera berhenti dari perbuatan kemaksiatannya itu.

Saudaraku yang tercinta, siapakah diantara kita yang tak berdosa, siapa diantara kita yang tidak bersalah kepada Tuhannya? Sama sekali tidak ada, seharipun kita tidak bisa seperti malaikat yang selalu taat dan tidak berbuat maksiat sedikitpun.

Datangilah masjid dan beribadahlah di dalamnya, tegakkanlah shalat lima waktu, puasalah di bulan Ramadhan, tunaikan haji jika engkau telah mampu, zakatilah harta dan jiwamu, bimbinglah anak-anakmu dengan Al-Islam, jauhkan dirimu dan keluargamu dari bacaan/majalah/tabloid porno.

Insyafilah semua dosa-dosa, serta ingatlah ?. Pintu taubat masih terbuka lebar untukmu, rahmat dan maghfirah Allah Y sangatlah luas, lebih luas dari lautan dosa. Ketahuilah bahwa Allah Y sangat senang dengan taubatmu. Ingatlah firman Allah Y:

?Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan hatinya.?

Rasulullah menyampaikan satu nasehat yang mana satu nasehat ini cukup untuk menasehati setiap manusia:

?Cukuplah dengan adanya kematian sebagai penasehat (bagi kita).?
Saudaraku?., renungkanlah baik-baik risalah ini dengan pena kerinduan dan tinta air mata. Kembalilah kepada Allah Y dan Rasul-Nya u dengan manhaj (cara) yang benar.

Kerjakanlah apa yang telah diperintahkan-Nya dan sekuat-kuatnya untuk menjauhi larangan-Nya.

Berusahalah untuk memelihara ketundukan, tawadhu? dan syukur atas nikmat-Nya yang akan mengajakmu menuju pintu ketenangan dan kebahagiaan. Berhiaslah dengan amal shaleh dan keindahan akhlaqul karimah. Semuanya akan mempertanggungjawabkan amalannya sendiri-sendiri, maka beramal-lah!
Allah berfirman:

?Maka barangsiapa beramal seberat biji sawi dari kebaikan, niscaya akan melihat ganjarannya. Dan barangsiapa beramal seberat biji sawi dari kemaksiatan, niscaya akan melihat siksanya.? (Az-Zalzalah: 7-8) Wallahu a?lam.

Abu Khudzaifah, Abi em. FW



Darma Bakti Tbn

NASEHAT IMAM AL-GHOZALI

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya, pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (Al A"Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Iimam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan Sholat". Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat. Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukaiperasaan saudaranya sendiri.


Darma Bakti Tbn

TATKALA HATI MEMBEKU

Pernah nggak kita merenung?, sudah berapa kali kita pernah menangis karena takut pada Alloh Subhanahu wa Ta?ala, merasa ngeri ketika ingat nerakanya atau terkenang dengan bertumpuk-tumpuknya dosa yang pernah kita lakukan? Sudah berapa kali shalat yang kita kerjakan begitu kita nikmati karena kita bisa merenungi makna-makna ayat-ayat Al-Qur?an yang kita baca????.

Itu tentu sangat sulit!??. mungkin seperti itu jawaban sebagian dari kita. Pernah nggak kita berfikir apa yang menjadi sebab hal itu. Penyebabnya nggak lain adalah bekunya hati kita yang menyebabkan kita sulit untuk menangis serta tidak bisa khusuk dalam shalat.

Berikut ini adalah beberapa penyebab kebekuan hati yang kita alami. Sehingga kalau kita sudah mengetahui penyebabnya, kita bisa menterapi hati kita yang sudah terlanjur cool banget.

Bergaul yang tidak Berfaedah.
Teman punya pengaruh yang signifikan pada diri kita. Dia akan memberikan warna dalam kepribadian kita. Nabi shalallahu ?alaihi wassalam memberi perumpamaan. Teman yang tidak baik itu seperti Pandai Besi, andai tidak terbakarpun, minimal kita, yang mau tidak mau pasti mendapatkan udara yang panas. Karena itu kita harus mampu mengendalikan diri dengan baik agar tidak terjebak dalam pergaulan yang tidak bermanfaat.

Berbicara Yang tidak Perlu.
Sering sekali kita membicarakan hal-hal yang kadang-kadang tidak ada manfaatnya, baik untuk dunia maupun akhirat kita. Hati-hati dengan lisan kita, salah omong urusannya berabe. Apakah kita lupa bahwa Alloh Subhanahu wa Ta?ala telah memberikan lidah hany satu dan telinga ada dua, dengan tujuan yaitu supaya kita lebih banyak diam untuk mendengar daripada bicara.
Namun kita sangat sering melupakan hal ini apalagi kalau sedang asyik berbicara, kita lupa untuk mendengar. Jadi perlu pengendalian kata agar tidak percuma dan sia-sia. Karena itu kebisaan gossip mesti dikurangi dan dihilangkan?..!!!

Memandang Yang tidak Perlu.
Tidak mengatur pandangan yang kita lakukan akan menimbulkan tiga dampak negatif yaitu; Terkena panah Iblis yang beracun. Oleh karena itu Nabi menyatakan, yang artinya:
?Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Alloh maka Alloh akan menggantinya dengan yang lebih baik? (HR: Ahmad).
Setan masuk seiring pandangan untuk menyalakan api syahwat. Membuat hati lupa dan menyibukkannya sehingga terjerumus ke dalam mengikuti hawa nafsu dan kelalaian.

Berlebih-lebihan dalam Makan.
Imam Syafi?i rahimahulloh mengatakan: ?Selama 16 tahun aku hanya pernah kenyang sekali saja, yang akhirnya kumuntahkan. Karena kenyang itu membuat badan terasa berat, hati menjadi keras, kepandaian menjadi hilang, menyebabkan ngantuk dan membuat orang loyo dalam beribadah?. (diwan Imam Syafi?I hal. 14). Sehingga makan itu sekedarnya saja, kalau bisa jangan sampai kekenyangan. Tidak sehat dan membuat malas.

Tidur yang Berlebihan.
Coba kita renungkan komentar Nabi shalallahu?alaihi wa salam tentang orang yang tidur satu malam penuh, bangun-bangun sudah pagi tanpa shalat malam ?Itulah orang yang telinganya atau kedua telinganya dikencingi syetan.? (HR: Bukhari dan Muslim).

Menghina Ulama.
?Daging para ulama itu beracun?, demikian pesan para ulama kita. Terlebih lagi bila kita menghina dan menggunjingkan mereka karena karena ilmu syar?i yang mereka miliki. Jadi sebaiknya kita berhati-hati dalam hal ini.

Tidak Membaca Al Qur?an dengan Merenungi Maknanya.
Alloh Subhanahu wa Ta?ala berfirman, yang artinya: ?Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?? (QS: Muhammad: 24).

Orang yang tidak merenungi ayat ? ayat Al Qur?an tidak hanya satu atau dua gembok yang mengunci hatinya? Bahkan dalam hati tersebut terdapat banyak gembok. Banyak kan!! Kira-kira ada berapa gembok di hati kita, kalo gitu.

Tidak Merenungi Kematian, Alam Kubur, Surga, dan Neraka.
Nabi memerintahkan kita untuk berziarah kubur, agar kita teringat akan akhirat. Nabi juga memerintahkan untuk banyak mengingat kematian yang merupakan penghancur kesenangan hidup (HR: Abu Daud). Mengapa? Karena mengingat mati adalah mesin penggerak untuk beramal shalih yang ada dalam diri orang beriman.

Tidak Mengkaji Kehidupan Umat Terdahulu Yang Sholeh (Sahabat dan 2 Generasi Setelahnya).

Mereka merupakan manusia terbaik yang dekat dengan masa kenabian. Seluruh keutamaan terkumpul dalam diri mereka. Lihatlah kekhusyua?an mereka dalam shalat, shalat malam mereka, shalat berjamaah mereka, bhakti mereka kepada orang tua, zuhud mereka, antusias mereka dalam mencari ilmu, dan sebagainya. ?Siapakah kita dibandingkan mereka?,? Itulah kesimpulannya. Karena kurang mengetahui kehidupan mereka, maka hati kita jadi keras, sombong, ujub, udah merasa beramal dan berjasa besar terhadap Islam.

Semoga Alloh Subhanahu wa Ta?ala cairkan hati-hati kita yang mulai membeku karena Dialah yang mengendalikan hati-hati hamba-Nya.
(Sumber Rujukan: Tazkiyatun Nufus, dll)


Darma Bakti Tbn
POHON DALAM DIRI

Tahun adalah sebuah pohon, bulan-bulan adalah dahan-dahannya, hari-hari adalah cabang-cabangnya, bilangan jam adalah dedaunannya, setiap tarikan nafas adalah buah-buahnya. Barangsiapa yang nafasnya berada dalam ketaatan kepada Allah, maka buah dari pohon tersebut akan baik pula. Dan barangsiapa yang nafasnya berada dalam kemaksiatan kepadaNya, niscaya buahnya adalah handhal (buah pahit dan tidak berbau harum), yang bisa dipanen pada hari Kiamat. Pada saat itulah bisa dibedakan rasa manis dan pahit buah-buahan itu.

Keikhlasan dan tauhid bagaikan sebuah pohon di dalam hati, dahannya adalah amal, buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan yang abadi di akhirat.

Sebagaimana buah kenikmatan dalam surga tidak akan pernah berakhir, demikian pula buah tauhid dan ikhlas di dunia.

Syirik, dusta , dan riya? juga seperti pohon dalam hati. Buahnya di dunia berupa kedudukan, kesedihan, hati yang tertekan dan kegelapan hati. Buahnya di akhirat berupa siksa yang tak henti-henti.

Diantara buah keikhlasan yang sempurna karena Allah semata adalah meninggalkan nafsu syahwat karena Allah, selamat dari adzabNya, kepastian untuk mendapatkan kemenangan dengan rahmatnya.

Kenikmatan jiwa dan kebahagiaan tidak akan didapat oleh orang yang di hatinya ada selainNya, meski orang tersebut melakukan ibadah, zuhud dan ilmu. Karena Allah tidak akan memberikan simpananNya pada hati yang di dalamnya ada selainNya dan kehendakNya masih tergantung kepada selainNya. Akan tetapi Allah hanya akan memberikan simpananNya kepada hati yang melihat kefakiran sebagai suatu kekayaan bila bersamaNya, dan kekayaan sebagai kefakiran apabila meninggalkannya.

Juga melihat kemuliaan sebagai kehinaan apabila meninggalkan Allah dan melihat kehinaan sebagai kemuliaan bila menyertakanNya.

Kenikmatan dirasakannya sebagai siksaan bila tidak menyertakan Allah dan adzab terasa sebagai kenikmatan bila bersamaNya.

Artinya, ia tidak melihat kehidupan ini kecuali hanya dengan Allah bersamaNya. Kematian, rasa sakit, kesedihan, dan kedudukan akan terasa apabila meninggalkanNya. Orang semisal ini akan merasakan dua surga, surga di dunia yang ia rasakan terlebih dahulu dan surga pada hari Kiamat.

Dalam kitab Al-Musnad dan Shahih Abi Hatim diriwayatkan hadist dari Abdullah bin Mas?ud radiallah ?anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
?Apabila seorang hamba tertimpa kedudukan dan kesedihan kemudian ia mengucapkan: ?Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambamu, anak hambamu, ajalku di tanganMu, berlaku pada diriku hukumMu, telah adil pula takdirMu bagiku, saya mohon kepadaMu dengan setiap namaMu yang Engkau namakan diriMu dengannya, atau Engkau turunkan dalam kitabMu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang dari ciptaanMu atau Engkau simpan di dalam ilmu gaib di sisiMu, jadikanlah Al-Qur?an sebagai pengisi hatiku, cahaya hatiku dan penyejuk kegundahanku serta penghilang kedukaanku dan kepedihanku?, melainkan Allah akan menghilangkan kedukaannya dan kesedihannya serta menggantikannya dengan kegembiraan. ?Para sahabat bertanya,?Akankah kita mempelajarinya? ?Beliau menjawab, ?Tentu. Tidak akan selayaknya orang yang mendengarnya kemudian tidak mempelajarinya.

Disadur dari kitab Al-Fawaa?id


Darma BAkti Tbn

WASIAT SUFI AYATULLAH KHOMAENI

1. Sedapat-dapatnya berpuasalah setiap hari Senin dan Kamis
2. Salatlah 5 waktu tepat pada waktunya dan berusahalah sholat tahajjud
3. Kurangilah waktu tidur dan perbanyak membaca Alquran
4. Perhatikanlah sungguh-sungguh janjimu
5. Berinfaklah kepada faqir miskin
6. Hindarilah tempat-tempat maksiat
7. Hindarilah rempat-tempat pesta pora dan janganlah mengadakannya
8. Jangan banyak berbicara dan seringlah berdoa, khususnya pada hari Selasa
9. Berpakaian secara sederhana
10. Berolahragalah (senam, lari jarak jauh, mendaki gunung dll)
11. Banyak-banyaklah menelaah berbagai buku
12. Belajrlah ilmu teknik yang dibutuhkan banyak negara Ilam
13. Belajarlah ilmu tajwid dan bahasa Arab, serta pahamilah
14. Lupakanlah pekerjaan-pekerjaan baikmu dan ingatlah dosa-dosamu yang lalu
15. Pandanglah fakir miskin dari segi material dan ulama dari segi spiritual
16. Ikuti perkembangan umat Islam


Darma Bakti Tbn

ORANG YANG BAIK ADALAH ORANG YANG PALING BANYAK MEMBERI MANFAAT KEPADA ORANG LAIN

Kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera membutuhkan manusia-manusia seperti itu. Menjadi apa pun, ia akan menjadi yang terbaik; apa pun peran dan fungsinya maka segala yang ia lakukan adalah hal-hal yang membuat orang lain, lingkungannya menjadi bahagia dan sejahtera.

Nah, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt.

seperti yang Dia firmankan, ?Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ?Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).? Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.? (An-Nahl: 68-69)

Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan seorang mukmin, seperti berikut ini:

Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga yang terakhir amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.

Mengeluarkan yang bersih.

Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu bahwa madu mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia.

Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu yang menjijikan. Belakangan, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan: liurnya!
Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan. ?Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.? (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat ?rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu? (irka?u, wasjudu, wa?budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.


Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma?ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur?an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A?raf: 157)

Karenanya, jika ia mendapatkan amanah dia akan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan melakukan korupsi, pencurian, penyalahgunaan wewenang, manipulasi, penipuan, dan dusta. Sebab, segala kekayaan hasil perbuatan-perbuatan tadi adalah merupakan khabaits (kebusukan).

Tidak pernah merusak.

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun: baik material maupun nonmaterial. Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap yang dilakukan orang lain dengan cara-cara yang tepat. Dia melakukan perbaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerusakan terjadi akibat korupsi, ia memberantasnya dengan menjauhi perilaku buruk itu dan mengajukan koruptor ke pengadilan.

Bekerja keras.

Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat ?menetas?), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? ?Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.? (Alam Nasyrah: 7)

Kerja keras dan semangat pantang kendur itu lebih dituntut lagi dalam upaya menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang banyak yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia ?kecuali yang mendapat rahmat Allah? tidak suka jika dirinya ?dirugikan? dalam upaya penegakkan keadilan.

Bekerja secara jama?i dan tunduk pada satu pimpinan.

Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri.

Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. ?Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.? (Ash-Shaff: 4)

Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu.

Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan ?kehormatan? umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.

Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl. Allahu a?lam. []


disarikan dari dakwatuna.com

MEMORIAM IN KUTA BALI