Kamis, 08 Desember 2011

- Jazaakallahu Khoirun Katsiron







Kecelakaan manusia kerana LIDAHNYA!!
Bismillah Hirrohman Nirrohim
Assalamualaikum Warahmatullah Hiwabarakatuh
Semoga doa yang kita panjatkan tidak akan dihijab kerna diri yang selalu berdosa. Ya Allah , moga setiap masa bisa ku isi dengan mengingatMu. :’)
Alhamdulillah, another new day for me, you and others. Masa yang Allah kurniakan kepada kita terlalu mahal utk dihabiskan begitu sahaja..kerna masa itu tidak akan kembali pada kita lagi..Terlalu indah segala yang Allah kurniakan..Subhanallah! :”) Moga saja diri bisa memanfaatkan setiap masa hanya kerana mencari keredhaan Allah semata-mata.Allahuma amin..


InsyaAllah, di hari yang penuh keberkatan ini, i would love to share hadith Rasulullah SAW..Sebagai peringatan pada diri khususnya. Seringkali manusia terlalai, meng”involve”kan diri mereka dalam bicara yang kurang bermanfaat hingga sampai ke satu tahap yg kita sebut sebagai “Mengumpat”..Malahan sampai sanggup “Memfitnah”!! Ya!! Itulah betapa liciknya syaitan mempengaruhi kita sampai kita tanpa disedari mengumpat org sekeliling kita. Memfitnah mereka tanpa usul periksa. Hebatkah kita?Sempurnakah kita? Layakkah kita utk mengatakan perihal org lain? Sudahlah..Buang semua perasaan itu!!



“Kecelakaan manusia kerana lidahnya dan keselamatan manusia terletak dalam pengendalian lidahnya.” -Imam Ali
“Bukanlah seorang mukmin orang yang kata-katanya kotor dan keji, kasar, suka menuduh, mengutuk dan mencela.” (HR At-Tirmidzi)
Ya, seorang mukmin tidak akan tega mengeluarkan kata-kata kotor dgn sesamanya Mukmin. Seorang Islam belum tentu seorang mukmin, tetapi seorang mukmin sudah tentu Islam. Seorang Islam adalah seorang yang patuh kepada ajaran Islam dan meninggalkan perkara yang dilarangnya termasuk dalam perkara bercakap kotor, menuduh, mengutuk, mencela dan sebagainya. Jagalah lidah kita, dan hati kita akan terpelihara. Insya Allah .
Rasanya belum lagi share ya hadith yg sepatutnya dishare. =) Rasulullah SAW bersabda:
“Tiap-tiap perkataan anak adam adalah bencana atasnya melainkan menyuruh perkara kebaikan dan melarang perkara keburukan serta zikrullah.”(H.R. At-Tirmidzi)
Sabda Rasulullah lagi yang mafhumnya:
“Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik dan kalau tidak, hendaklah diam.”

Kamis, 01 Desember 2011

- Hutan Di Masa Lampau --> Hutan Konservasi (Protection Forest)








Beratus-ratus juta tahun yang lalu Bumi merupakan tempat yang sangat menakutkan! Gunung - gunung berapi yang ganas berletusan dan mengeluarkan bunyi gemuruh. Langit tertutup oleh abu hitam. Yang ada hanyalah samudra raksasa kelabu dan daratan gundul, berbatu-batu. Di daratan itu tak ada makhluk yang hidup. Di sana tidak terdapat tetumbuhan atau binatang satupun.

Namun di dalam laut hiduplah berjuta-juta makhluk. Makhluk makhluk itu sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Makhluk yang hidup dilaut tersebut mirip gumpalan lendir yang penuh gelembung. Kebanyakan makhluk tadi berwarna hijau. Makhluk-makhluk tersebut sesungguhnya adalah tumbuhan, yakni tumbuhan yang pertama kali hidup di bumi.
Kebanyakan ilmuwan berpendapat bahwa berkat jasa tetumbuhan kecil di lautlah maka ada kehidupan di darat. Agar tetap hidup, tetumbuhan dan binatang harus menghirup gas yang disebut oksigen. Tetumbuhan dan binatang kecil yang menjadi penghuni laut bermilyar-milyar tahun yang silam memperoleh oksigen dari air. Cara tetumbuhan dan binatang itu memperoleh oksigen sama dengan cara ikan dan tetumbuhan laut menghisap udara pada masa sekarang.

Namun para ilmuwan berpendapat bahwa udara bumi pada zaman itu tidak mengandung oksigen. Dengan demikian tak ada satupun tumbuhan atau binatang yang hidup di darat karena tidak ada jalan baginya untuk mendapatkan oksigen itu. Sewaktu membuat makanan sendiri dari cahaya matahari, air dan gas karbon dioksida, tetumbuhan mengeluarkan oksigen. Tetumbuhan kecil yang hidup di laut dahulu kala mengeluarkan gelembung-gelembung kecil oksigen. Gelembung-gelembung itu naik kepermukaan air, lalu pecah. Embusan- embusan kecil oksigen kemudian naik ke udara. Selama berjuta-juta tahun milyaran tetumbuhan kecil memasukkan oksigen ke udara. Akhirnya ada cukup banyak oksigen di udara sehingga tetumbuhan dan binatang dapat hidup didarat.




Para Ilmuwan berpendapat bahwa makhluk pertama yang hidup di darat muncul dari dalam air sekitar 500 juta tahun yang lalu. Pada zaman dahulu laut penuh dengan makhluk hidup. Ada ubur-ubur, bunga karang, cacing dan binatang kecil mirip kepiting yang disebut trilobita. Di samping itu ada tetumbuhan yang tumbuh di perairan dangkal di dekat pantai. Lambat laun, bertahun-tahun kemudian , tetumbuhan tumbuh ke arah pantai dan akhirnya hidup di luar air dengan merayap perlahan-lahan ke darat. Tetumbuhan ini sama sekali tidak mirip tetumbuhan mungkin hanya mirip sekelompok daun pipih atau batang hijau yang gemuk pendek. namun tetumbuhan inilah yang pertama kali hidup didaratan bumi kita.
Beratus-ratus juta tahun yang lalu seluruh daratan hanya merupakan batuan, pasir atau tanah liat yang gundul serta keras sekarang tanah telah menutup hampir seluruh daratan. Dari manakah asalnya tanah itu? tetumbuhan dan cuacalah yang membuat tanah. Makhluk hidup pertama yang menghuni daratan adalah tetumbuhan yang berpindah dari air ke atas batuan basah. Tetumbuhan itu menjulurkan akar-akar kecil ke dalam celah-celah batuan lambat laun berkat bantuan angin dan hujan, akar-akar tersebut memecah batuan dan menghancur leburkannya sehingga menjadi keping-keping halus.

Setelah mati, tetumbuhan tersebut juga ikut hancur luluh. Di atas batuan basah ini menjadi tanah pertama tetumbuhan pertama yang hidup di darat ikut membuat tanah pertama. Di atas tanah pertama inilah tetumbuhan lain dapat mulai hidup dan tumbuh. Dan setiap tumbuhan yang hidup ataupun mati sejak itu ikut membuat lebih banyak tanah. berkat tetumbuhan inilah sekarang hampir seluruh daratan tertutup tanah.
Kira-kira 400 juta tahun yang lalu bentuk tetumbuhan yang hidup di darat wujudnya mirip sekali dengan ular yang punggungnya ditumbuhi tangkai-tangkai. Batang tumbuhan ini mirip akar. dan batang-batang yang panjang bagaikan ular tadi melingkar di atas tanah. bulu-bulu mencapai air. cabang yang bersisik dan tidak ditumbuhi daun atau bunga mucul dari batang-batang tadi. Cabang lebih kurang satu meter tingginya. Dimana saja tidak ada pepohonan, rumput ataupun bunga tumbuh. hanya tumbuhan aneh mirip ular ini sajalah yang tumbuh di tepi danau ataupun kubangan air yang tenang.

Pernahkah engkau melihat suatu pohan yang mirip batang asparagus raksasa? dan pernakah engkau melihat pohon yang batangnya dipenuhi daun-daun dan bukan pepagan atau kulit kayu? Begitulah wujud beberapa pohon yang hidup sekitar 350 juta tahun yang lalu. Pohon pohon itu tumbuh rapat berdekatan ditempat tempat yang berawa dan membentuk hutan pertama di dunia. diantara pepohonan itu tidak ada satupun yang tumbuh sampai 12 meter tingginya. Ukuran itu belum begitu tinggi bagi sebatang pohon pada zaman sekarang pohon berangan pengki dan pepohonan lain biasanya tumbuh sampai lebih dari dua kali tinggi pohon- pohon aneh ini.
Hutan pada masa 300 juta tahun yang lalu, di sebut Zaman Batu bara karena pepohonan dan tetumbuhan yang hidup pada waktu itu berubah menjadi batu bara yang kita gunakan pada zaman sekarang. Tetumbuhan di hutan itu tumbuh, mati dan lalu tumbang. Tetumbuhan yang telah roboh segera tertimbun oleh tetumbuhan lain yang juga mati dan tumbang. Semua tetumbuhan yang mati itu terpampat menjadi padat. Lambat laun selama berjuta-juta tahun tetumbuhan mati tadi berubah menjadi batu bara yang kita bakar untuk menghasilkan panas.

Beberapa di antara pepohonan di hutan hutan batu bara itu mirip pohon Natal. Ada juga yang sama sekali tidak mirip pohon. Wujudnya mirip tetumbuhan raksasa yang aneh. Salah satu diantaranya adalah kerabat zaman purba tumbuhan kecil yang disebut petongan. Petongan ini sekarang tumbuh di dekat danau atau telaga. Petongan zaman sekarang hanya satu meter tingginya, sedangkan petongan di hutan batu bara zaman dahulu sampai 15 meter tingginya.
Pada jaman Dinosaurus 150 juta tahun yang lalu hutan terdiri dari pohon-pohon runjung, pakis haji atau pohon ginkgo. Dan semua tumbuhan ini masih dapat ditemukan di jaman sekarang ini. Runjung-runjungan adalah pohon yang mempunyai runjung, seperti misalnya pohon tusam dan balsam. Pakis haji agak mirip nanas besar yang ditumbuhi lingkaran bulu yang mencuat pada bagian atasnya. Pada jaman dahulu pakis haji banyak terdapat di dunia, tetapi sekarang pohon ini hanya tumbuh di daerah yang beriklim panas saja. Pohon Ginkgo adalah pohon yang tinggi dan runcing. Cabang-cabangnya mirip renda dan penuh dengan daun yang mirip kipas kecil.

Sekitar 50 juta tahun yang lalu banyak tumbuhan yang sudah menyerupai tumbuhan yang ada sekarang. Rumput tumbuh di tanah, banyak pohon dan semak serta bunga. Binatang pun sudah berubah pula. Dinosaurus sudah punah. Binatang yang hidup di masa itu lebih menyerupai binatang sekarang. Tumbuhan dan binatang di dunia selalu berubah. Makhluk-makhluk itu sudah berulangkali berubah dan masih akan berubah. Namun perubahan itu terjadi dengan lambat sekali, sehingga sulitlah melihat perubahan tersebut. Perubahan itu memakan waktu berjuta-juta tahun dan tidak akan kunjung berhenti.



- KONSERVASI






Dalam bayangan orang gunung sering dianggap memiliki hutan yang lebat dan dihuni oleh berbagai satwa liar. Namun dalam kenyataannya tidak semua gunung memiliki hutan, terutama gunung-gunung di Jawa Tengah, puncaknya sudah gundul dan di lerengnya sering terjadi kebakaran hutan. Hutan-hutan di kaki gunung sudah berubah menjadi ladang sayuran atau perkebunan

Monyet yang dahulu banyak dijumpai di daerah pedesaan yang masih berhutan sehingga dianggap sebagai hama tanaman, kini bahkan sudah jarang sekali dapat ditemukan di hutan-hutan di gunung.
Burung-burung yang dulu suka menyerbu persawahan penduduk, sehingga mudah di temukan di pedesaan bahkan di perkotaan, kini juga sangat langka bisa dijumpai di hutan-hutan di gunung.

Babi hutan yang sering mengganggu tanaman penduduk di pedesaan sudah jarang bisa ditemukan. Yang lebih mengherankan lagi ternyata kita tidak menemukan satwa-satwa ketika mendaki gunung. Kemana gerangan hilangnya satwa-satwa yang seharusnya mudah ditemukan karena dahulu populasinya sangat banyak sehingga menjadi hama tanaman penduduk. Mungkinkah suatu saat nanti binatang yang dahulu dianggap hama, bisa menjadi satwa langka?

Bagaimana dengan nasib satwa-satwa yang lain seperti rusa yang semakin langka bisa dijumpai di hutan di gunung. Burung Merak dan Ayam hutan juga sudah langka bisa ditemukan di hutan. Macan tutul pun sudah hampir punah mengikuti saudaranya yakni harimau jawa dan harimau bali yang sudah punah terlebih dahulu.






KONSERVASI ALAM

Konservasi Alam adalah suatu manajemen terhadap alam dan lingkungan secara bijaksana untuk melindungi tanaman dan binatang. Beberapa spesies binatang dan tumbuhan telah punah secara alamiah (misalnya dinosaurus). Namun dewasa ini kegiatan manusia dan pertumbuhan jumlah penduduk menyebabkan peningkatkan bahaya kerusakan alam, sehingga beberapa spesies jumlahnya berkurang secara drastis bahkan spesies tertentu telah punah sekarang. Untuk itulah Konservasi Alam sangat penting bagi manusia.

Sepanjang sejarah alam telah menderita disebabkan oleh manusia dan kegiatannya. Dengan semakin meningkatnya penggunaan senjata yang semakin efisien seperti panah, senapan, pistol para pemburu dapat membunuh beberapa spesies binatang liar dengan sangat mudah. Manusia membuka hutan, mengeringkan rawa, membendung sungai untuk kegiatan perkebunan, pertanian, dan industri. Kegiatan-kegiatan ini secara serius telah merusak habitat tumbuhan dan binatang liar secara luas. Manusia juga telah menggangu proses alamiah habitat spesies yang tersisa. Beberapa habitat tertentu menjadi lebih sempit dan tidak bisa berhubungan dengan ekosistem yang lain. Polusi juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan berbagai spesies tumbuhan dan binatang liar.

Berbagai macam spesies tumbuhan dan binatang telah punah jauh sebelum manusia muncul di muka bumi. Namun spesies-spesies lainnya muncul menggantikan berbagai spesies yang punah dan keanekaragaman kehidupan tidak berkurang. Dewasa ini kegiatan manusia telah membinasakan berbagai spesies mahkluk hidup tanpa ada harapan untuk menggantikannya, sehingga keanekaragaman kehidupan menjadi berkurang. Beberapa ratus spesies binatang dan ribuan spesies tanaman liar menghadapi bahaya kepunahan, seperti harimau, orang utan, badak, gorilla, paus biru, singa asia, dll.
PENTINGNYA KONSERVASI ALAM
Jika manusia tidak melakukan konservasi alam maka berbagai spesies tumbuhan dan binatang liar yang terancam punah akan segera menjadi punah. Spesies-spesies lainyapun menjadi terancam kepunahan. Jika hal ini terjadi maka manusia akan mengalami kerugian yang sangat luar biasa karena kepunahan tersebut tidak dapat dimunculkan lagi.
Kehidupan alam bebas sangat penting bagi manusia karena memiliki beberapa faktor manfaat diantaranya:
1. Faktor keindahan
2. Manfaat ekonomi
3. Manfaat ilmiah
4. Manfaat bagi kelangsungan hidup
Faktor Keindahan
Setiap jenis tumbuhan dan binatang adalah berbeda satu sama lainnya dan hal ini memberikan keindahan bagi alam dengan cara yang berbeda-beda. Sebagian besar manusia merasakan bahwa keindahan alam ini dapat memperkaya kehidupan mereka. Hal ini juga dapat menambah kenikmatan alam bagi orang yang melakukan camping, hiking, dan rekreasi alam lainnya. Seorang pendaki gunung akan merasa lebih senang bila melintasi kawasan gunung yang berhutan dan dihuni oleh binatang-binatang liar seperti gn. Gede, gn. Argopuro dan gn. Slamet dibandingkan gunung yang gundul tak berhutan seperti gn.Sumbing, gn.Sundoro, dan gn.Merbabu.

Manfaat Ekonomi
Berbagai spesies tumbuhan dan binatang liar menyediakan produk-produk yang sangat bernilai, seperti kayu, rotan, dan hasil-hasil tanaman lainnya, serat, daging, makanan, kulit dan bulu binatang. Manfaat ekonomi dari kehidupan alam liar memiliki nilai yang sangat penting bagi beberapa negara. Bagi masyarakat di negara-negara industri rekreasi melihat binatang di kebun binatang atau ke alam bebas bisa juga menjadi sumber pendapatan.
Manfaat ilmu
Mempelajari kehidupan tumbuhan dan satwa liar memberikan kepada kita suatu pengetahuan yang sangat berharga tentang variasi proses kehidupan. Beberapa penelitian tertentu dapat membantu para ilmuwan untuk memahami bagai mana fungsi tubuh manusia dan mengapa manusia bertingkah laku seperti itu. Para ilmuwan juga dapat meningkatkan pengetahuan pengobatan dan menemukan obat-obat baru dengan mempelajari kehidupan alam bebas. Dengan mengamati pengaruh-pengaruh polusi lingkungan terhadap kehidupan liar, para ilmuwan menjadi tahu bagaimana pengaruh polusi bagi manusia.

Manfaat kehidupan
Setiap spesies memiliki peran dalam membantu menjaga keseimbangan sistem kehidupan di bumi. Sistem-sistem ini harus berfungsi terus menerus jika kehidupan ingin tetap berlangsung. Sehingga hilangnya beberapa spesies dapat mengancam semua kehidupan, termasuk kehidupan manusia. Lebih dari 40 jenis pohon di hutan penyebaran bijinya sangat tergantung pada orangutan. Ular membantu mengendalikan populasi tikus. Burung madu, kupu-kupu dan kumbang membantu penyerbukan bunga.
Pembagian Kerawanan satwa dan tumbuhan liar.
Tumbuhan dan hewan yang menghadapi kepunahan dikelompokkan menjadi tiga macam:
1. Terancam Punah
2. Rawan Punah
3. Beresiko rendah
Spesies yang terancam menghadapi ancaman kepunahan yang sangat serius. Mereka membutuhkan perlindungan secara langsung dari manusia untuk dapat tetap bertahan hidup. Seperti orangutan, harimau, gajah, badak karena habitatnya semakin menyempit perlu dilindungi.
Spesies yang rawan biasanya berlimpah di beberapa area tetapi mereka menghadapi bahaya yang serius. Bahaya ini bisa disebabkan oleh perubahan lingkungan yang tidak ramah atau perburuhan yang terus menerus. Seperti rusa dan babi hutan jumlahnya cukup banyak di beberapa wilayah namun bila diburu terus menerus dapat terancam punah.
Spesies beresiko rendah dikenal juga dengan sebutan spesies yang jarang, biasanya hidup di wilayah yang dilindungi namun jumlahnya tidak berkurang. Misalnya pohon cemara gunung atau edelweis yang hanya tumbuh di puncak-puncak gunung.

Metode Konservasi Alam
Metode yang digunakan untuk melindungi Alam tergantung pada sumber-sumber ancaman terhadap spesies-spesies tersebut. Hal yang paling umum biasanya dengan menjamin tersedianya makanan, air, dan tempat tinggal yang memadai. Metode ini disebut manajemen habitat, mencakup juga konservasi tanah, pengelolaan hutan dan air yang baik.
Beberapa spesies terancam karena manusia telah merusak habitatnya. Sebagai contoh manusia telah mengeringkan rawa-rawa dan merubahnya menjadi pemukiman atau keperluan lainnya. Habitat rawa yang tersisa menjadi berkurang karena faktor-faktor kegiatan manusia, diantaranya mengalihkan aliran air yang seharusnya menuju rawa, penurunan tinggi air rawa, endapan lumpur, racun bahan kimia dan terisolasinya rawa yang satu dengan rawa yang lain.

Perladangan yang buruk juga merusak tanah, atau pelebaran kota dan industri dapat meratakan habitat berbagai spesies. Polusi dapat meracuni udara, air, tanaman dan binatang. Untuk menyelamatkan habitat satwa dan tumbuhan manusia harus mengontrol polusi dan mengatur wilayah yang digunakan bagi kehidupan satwa dan tumbuhan untuk tetap hidup.
Binatang yang terancam karena adanya perburuan yang terlalu sering dapat dilindungi dengan undang-undang yang melarang atau mengatur penangkapannya. Hukum ini juga dapat digunakan untuk mengatur seberapa banyak spesies tertentu yang dapat diburu atau dibunuh. Hukum juga dapat melindungi tanaman-tanaman dari para pengumpul. Jika suatu habitat tertentu membutuhkan perlindungan maka wilayah tersebut dapat dijadikan taman nasional atau cagar alam. Dalam beberapa kasus binatang predator yang membunuh binatang yang terancam punah harus dikontrol sampai jumlahnya binatang yang terancam punah bertambah banyak.

Dilain pihak suatu spesies bisa berkembang menjadi sangat banyak. Jika hal ini terjadi maka dapat mengancam kehidupan spesies itu sendiri atau spesies lainnya dengan memakan terlalu banyak persediaan makanan. Masalah ini bisa terjadi dengan rusa dan kuda nil di taman nasional. Untuk itu jumlahnya harus dikurangi dengan dibunuh atau dengan mengembalikan musuh alaminya yang membuat mereka menjadi jarang.
Jika suatu spesies tidak dapat bertahan lama di lingkungan alaminya, maka binatang tersebut dapat dibesarkan di dalam penangkaran dan kemudian dilepaskan di hutan yang dilindungi. Begitu juga dengan satwa yang sukar berkembang biak dapat dikawinkan di dalam penangkaran.
Suatu spesies yang terancam oleh penyakit dapat dibantu dengan mengatur kebersihan habitatnya. Tumbuhan langka dapat dirawat di kebun tanaman atau biji-bijinya dapat disimpan untuk ditanam di masa yang akan datang.

Kunci keberhasilan dari konservasi alam tergantung pada pengetahuan akan ekologi dari suatu spesies dan kekuatan yang bekerja pada habitatnya. Dengan kata lain diperlukan suatu pemahaman tentang cara hidup suatu spesies dan hubungannya dengan segala hal yang ada di dalam lingkungannya.

Rabu, 30 November 2011




Komitmen terhadap Transformasi

Berbicara tentang transparansi PT Perkebunan Nusantara III berupaya untuk tetap komitmen dalam melaksanakan transparansi dalam setiap aktifikas bisnis, hal ini ditunjukkan dengan penerapan Good Corporate Governance (GCG), membuat pedoman perilaku yang tertuang dalam Code of Conduct (COC) serta menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh stakeholder di PT Perkebunan Nusantara III dengan menjadikan Informasi, keluhan, saran bahkan kritik yang membangun untuk perbaikan kinerja PT Perkebunan Nusantara III
dimasa yang akan datang.

1. PihakPerkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit memberikan informasi yang memadai kepada stakeholder lainnya dalam bahasa dan bentuk yang sesuai,untuk memungkinkan adanya partisipasi efektif dalam pengambilan keputusan.
Dalam pelaksanaan prinsip ini PT Perkebunan Nusantara III membuka saluran informasi kepada seluruh stakeholder terkait informasi yang dibutuhkan yang secara teknis dijelaskan dalan Instruksi Kerja (IK-3.00-13/01) tentang komunikasi Stakeholder, dimana dalam IK tersebut dijelaskan bagaimana Stakeholder mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan teknis penyampaian tanggapan terhadap informasi, kritik dan saran dari stakeholder, serta berapa lama masa simpan informasi, kritik dan dan saran dari stakeholder.
2. Dokumen Perusahaan tersedia secara umum, kecuali jika dokumen tersebut dilindungi oleh kerahasiaan komersial atau bilamana pengungkapan informasi tersebut akan berdampak negatif terhadap lingkungan atau sosial.
Dokumen Perusahaan secara umum telah tersedia seperti Legal: Dokumen Perijinan (izin Lokasi, izin Usaha Perkebunan, Sertifikat HGU atau Dokumen-dokumen yang mengarah kepengurusan sertifkat HGU sesuai tahapannya), Lingkungan, Dokumen Lingkungan (UKL – UPL / MDAL), Laporan pemantauan RKL- RPL, Sosial: Dokumen, aktivitas sosial dan hubungan dengan masyarakat, Dokumen program kesehatan dan keselamatan kerja, Dokumen program perbaikan berkelanjutan dll, yang semuanya dapat diakses oleh stakeholder kapanpun dan dimanapun. Namun dokumen-dokumen yang dilindungi kerahasiaannya yang menyangkut kerahasiaan komersial tidak dapat dipublikasikan. Terkait dengan hal tersebut PT Perkebunan Nusantara III telah membuat aturan dalam bentuk Surat Edaran (SE) yang berisikan dokumen yang dapat dan tidak dapat dipublikasikan dalam kewenangan Distrik/Kebun/Unit.


Memenuhi Hukum dan Peraturan yang berlaku

Terbentuknya Bagian yang berdiri sendiri yang khusus menangani Kepatuhan terhadap Hukum dan Peraturan Perundangan yang berlaku merupakan wujud keseriusan Perusahaan dalam rangka memenuhi Regulasi yang terkait dengan bisnis PT Perkebunan Nusantara III, termasuk methode evaluasinya.

1. Adanya kepatuhan terhadap semua hukum dan peraturan yang berlaku baik lokal, nasional maupun
Internasional yang telah diratifikasi. PT Perkebunan Nusantara III melalui Bagian Kepatuhan dan Manajemen Risiko secara konsisten melaksanakan identifikasi peraturan perundangan yang terkini yang meliputi Perundang-undangan yang relevan, juga peraturan tentang penguasaan tanah dan hak atas tanah (termasuk hak-hak tradisional masyarakat hukum adat), tenaga kerja, praktek-praktek pertanian (misalnya penggunaan pestisida atau bahan-bahan kimia), lingkungan (misalnya UU tentang satwa liar, polusi, pengelolaan lingkungan, dan kehutanan), tempat penyimpanan, transportasi dan proses pengolahan. Perundang-undangan dimaksud juga meliputi UU yang dikeluarkan di bawah UU atau konvensi internasional (misalnya Konvensi Keanekaragaman Hayati, CBD).

2. Hak untuk menguasai dan penggunakan tanah dapat dibuktikan dan tidak dituntut secara sah oleh
komunitas lokal dengan hak-hak yang dapat dibuktikan.
Dalam hal penguasaan tanah Perusahaan selalu mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku.
Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) terdokumentasi dengan baik, Bukti legal/tanda-tanda batas areal yang legal (berupa pemasangan potok-patok pilar) telah di demarkasikan secara jelas dan terpelihara. Untuk mengantisipasi terjadinya konflik dengan masyarakat, PT Perkebunan Nusantara III membuat aturan dalam bentuk Instruksi Kerja yang pembuatannya melibatkan masyarakat lokal yang bertujuan agar seluruh masyarakat memahami bagaimana proses penyelesaian konflik antara perusahaan dengan masyarakat .
Setelah Instruksi Kerja selesai dibuat maka PT Perkebunan Nusantara III melaksanakan Sosialisai lepada stakeholder yang dikemas dalam sebuah acara Social Commonity Gathering dan kegiatan-kegiatan lain yang melibatkan stakeholder PT Perkebunan Nusantara III.
Perselisihan yang terjadi terkait beberapa permasalahan, diselesaikan dengan mengacu kepada Instruksi Kerja yang dibuat dan disepakati bersama dengan masyarakat, serta mendokumentasikan seluruh tapan penyelesaian konflik . Jika dalam pelaksanaannya terjadi ketidaksepakatan, dan harus dibawa kejalur hukum maka dibuat pemetaan terhadap objek yang diperselisihkan dan ada kesepakatan terhadap ketidaksepakatan yang terjadi.

3. Penggunaan Lahan untuk Kelapa Sawit tidak mengurangi hak berdasarkan hukum dan hak tradicional pengguna lain tanpa persetujuan terlebih dahulu dari mereka.
PT Perkebunan Nusantara III sangat menjunjung tinggi hak-hak masyarakat, dan hak-hak tradisional yang mungkin terdapat diareal Hak Guna Jika lahan terdapat suatu hak berdasarkan hukum atau hak tradisional maka pihak perkebunan harus dapat memperlihat kan bahwa hak-hak ini dipahami, dan tidak terancam atau dikurangi. Kriteria ini harus dilihat bersama kriteria 6.4, 7.5 dan 7.6. Jika daerah hak tradisional ini tidak jelas, maka penentuannya paling baik dilakukan melalui kegiatan pemetaan bersama yang melibatkan masyarakat yg terkena dampak maupun masyarakat sekitar. Kriteria ini memungkinkan adanya penjualan dan penjanjian yang dinegoisiasi untuk memberikan kompensasi pengguna tanah lain akibat kehilangan keuntungan dan atau hak yang dilepaskan.
Perjanjian yang dinegosiasikan harus dilakukan tanpa paksaan, dengan sukarela dan dibuat sebelum investasi baru atau operasi, dan didasarkan atas pembagian yang terbuka atas semua informasi terkait dalam bentuk dan bahasa yang sesuai, termasuk di dalamnya analisa dampak, usulan pembagian
keuntungan dan pengaturan secara hukum. Masyarakat harus diperbolehkan mencari bantuan hukum jika mereka menginginkannya. Masyarakat harus diwakili oleh lembaga atau representatif pilihan mereka sendiri, yang beroperasi secara transparan dan melakukan komunikasi terbuka dengan anggota masyarakat yang lain. Waktu yang memadai diberikan bagi pengambilan keputusan secara adat dan dapat dilakukan negosiasi berulang-ulang, jika diminta. Perjanjian yang telah dinegosiasi harus dapat mengikat semua pihak terkait, dan dapat dijadikan alat bukti dalam proses pengadilan. Menetapkan kepastian dalam negosiasi lahan merupakan suatu keuntungan jangka panjang bagi seluruh pihak terkait. Lihat Lampiran Definisi untuk “Hak Tradisional”







Prinsip 3 :
Komitmen terhadap kelayakan ekonomi dan keuangan jangka panjang PT Perkebunan Nusantara III memandang bahwa komitmen terhadap kelayakan ekonomi dan keuangan jangka panjang mutlak diperhatikan, karenanya PT Perkebunan Nusantara membuat Rencana Jangka Panjang setiap 5 (lima) Tahun sekali yang dijabarkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan 1 (satu) tahun sekali dan difokuskan lagi dalam Rencana Kerja Operasional (RKO) setiap 3 (tiga) bulan.

Terdapat rencana manajemen yang diimplementasikan yang ditujukan untuk mencapai keamanan ekonomi dan keuangan dalam jangka panjang.

Rencana Jangka Panjang (RJP) PT Perkebunan Nusantara III dibuat melalui Tahapan RJP dari Kebun/Unit yang
kemudian dikompilasi untuk dijadikan RJP Distrik, dan selanjutnya dikirim kekantor Direksi sebagai bahan pembuatan
Rencana Jangka Panjang (RJP) PT Perkebunan Nusantara III yang meliputi:
• Perhatian terhadap kualitas bahan-bahan yang ditanam
• Proyeksi tanaman = tren hasil tandan buah segar
• Tingkat ekstraksi pabrik = tren OER
• Biaya produksi = biaya per ton tren CPO
• Perkiraan harga
• Indikator finansial
• Perhitungan yang dianjurkan – tren rata-rata (mean) operasi 3 tahun dalam sepuluh tahun terakhir (tren TBS mungkin memberikan hasil yang rendah selama program penanaman kembali yang luas).









Prinsip 4 :
Penggunaan praktik terbaik dan tepat oleh perkebunan dan pabrik.
Penggunaan Praktik terbaik adalah syarat utama yang harus diterapkan dalam pelaksanaan aktivitas binsis di PT. Perkebunan Nusantara III, dimulai dari proses pengolahan tanah, menanam , panen, angkut dan olah, semuanya diupayakan menggunakan praktik-praktik terbaik.
1. Prosedur oprasi didokumentasikan secara tepat dan diimplementasikan dan dipantau secara konsisten Prosedur Operasional (IK, PB, Pedoman Kerja dll) didokumentasikan dengan baik sesuai dengan standard ISO 14001;2004, dan secara berkala dipantau secara konsisten dengan pelaksanaan audit internal dan eksternal Sistem Manajemen PT Perkebunan Nusantara III (SM-PN3)
2. Praktek - praktek mempertahankan kesuburan tanah, atau bila mana mungkin meningkatkan kesuburan tana sampai pada tingkat yang memberikan hasil optimal berkelanjutan.

Selasa, 29 November 2011

ISPO DAN RSPO (Bukanlah Saingan)






Gabungan Pengusaha Sawit Keluar dari RSPO
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia menyatakan keluar dari keanggotaan Roundtable Sustainable Palm Oil atau RSPO.

"Keputusan ini diambil melalui pertimbangan panjang dan matang dengan melibatkan Dewan Pengurus dan Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Latar belakang keputusan ini adalah komitmen sepenuhnya GAPKI dalam mendukung Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai 'platform sustainability' yang bersifat 'mandatory' (wajib diikuti) di Indonesia," kata Humas GAKPI Clarissa Wishnu di Jakarta, Selasa.

RSPO dikenal sebagai sebuah inisiatif global, multi-pihak mengenai minyak sawit berkelanjutan. Anggota RSPO, dan peserta dalam aktivitas mereka berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, termasuk di antaranya
perusahaan perkebunan kelapa sawit, perusahaan manufaktur dan pengecer produk minyak sawit, LSM lingkungan hidup dan sosial, serta berasal dari negara-negara yang menghasilkan atau menggunakan minyak sawit.

Tujuan utama RSPO adalah "mendorong pertumbuhan dan penggunaan minyak sawit berkelanjutan melalui kerja sama didalam rantai penyedia dan membuka dialog antara pemangku kepentingnya". Menurut Clarissa, dengan merujuk Direktur Eksekutif GAPKI Fadhil Hasan, keputusan resmi GAPKI mundur dari keanggotaan RSPI dilakukan pada 29 September 2011.

Ia mengatakan GAPKI sangat menghormati, mematuhi, dan mendorong prinsip dan standar pengolahan kelapa sawit yang berkelanjutan. Untuk itu, kata dia, GAPKI memberikan keleluasaan serta kebebasan kepada anggotanya untuk tetap menjadi anggota RSPO.

"Namun pada saat yang sama GAPKI mewajibkan anggotanya mengikuti dan mematuhi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai kerangka dan skema pengelolaan berkelanjutan sesuai dengan peraturan pemerintah Indonesia yang berlaku," katanya.

GAPKI memandang positif adanya Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), karena mendukung terciptanya "alternative framework" standar dan sertifikasi industri kelapa sawit.

ISPO Bukan Saingan RSPO
Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang tengah digodok pemerintah akan membuat ketentuan pengembangan kelapa sawit berkelanjutan tak hanya bergantung pada Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO). Namun menurut peneliti senior Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Donald Siahaan, hal tersebut pun bukan berarti ISPO merupakan saingan dari RSPO.

“Antara ISPO dan RSPO bukan saling saing. Kita tetap berkomitmen mendukung aspek lingkungan, makanya Indonesia sekarang merancang ISPO yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Dengan ISPO ini juga agar Indonesia tidak didrive oleh pihak asing,” papar Donald, usai peluncuran International Conference and Exhibition On Palm Oil di Jakarta, Rabu (10/11).

Kendati demikian, Donald menuturkan hendaknya penerapan ISPO di tahap awal tidak terlalu memberatkan industri kelapa sawit. “Di awal penerapan ISPO bisa seperti berupa pembinaan untuk masuk ke industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan memperhatikan aspek lingkungan,” cetusnya.

Selanjutnya, ujar dia, penerapan dan kriteria dalam ISPO dapat disesuaikan dengan perkembangan industri. Donald pun memaparkan saat ini komitmen pembeli yang tergabung di RSPO masih terbilang lemah. Pasalnya walau CPO bersertifikasi RSPO telah tersedia, pembeli yang bergabung di RSPO belum secara total membeli produksi dari perusahaan bersertifikasi.

Pembeli di RSPO cenderung menunda pembelian CPO bersertifikasi pada 2013-2015. Dengan demikian, kata Donald, merupakan hal yang wajar jika ada perusahaan kelapa sawit yang ingin keluar dari RSPO. Hal itu pun, lanjutnya, tidak akan membawa pengaruh pada ekspor CPO tanah air.


Kelapa Sawit
Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.
Pemerian botani
African Oil Palm (Elaeis guineensis)
Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.
Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.
Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.
Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan.
Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Minyak dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.
Buah terdiri dari tiga lapisan:
Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin.
Mesoskarp, serabut buah
Endoskarp, cangkang pelindung inti
Inti sawit (kernel, yang sebetul]]nya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi.
Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).
Syarat hidup
Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU – 15° LS). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil, 2000-2500 mm setahun, yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Pola curah hujan tahunan memengaruhi perilaku pembungaan dan produksi buah sawit.
Tipe kelapa sawit
Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E. guineensis dan E. oleifera. Jenis pertama yang terluas dibudidayakan orang. dari kedua species kelapa sawit ini memiliki keunggulan masing-masing. E. guineensis memiliki produksi yang sangat tinggi dan E. oleifera memiliki tinggi tanaman yang rendah. banyak orang sedang menyilangkan kedua species ini untuk mendapatkan species yang tinggi produksi dan gampang dipanen. E. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.
Penangkar seringkali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalan cangkang, yang terdiri dari
Dura,
Pisifera, dan
Tenera.
Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang, sehingga tidak memiliki inti (kernel) yang menghasilkan minyak ekonomis dan bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%.
Untuk pembibitan massal, sekarang digunakan teknik kultur jaringan.
Hasil tanaman
Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.[1]
Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin.
Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Bunga dan buahnya berupa tandan, bercabang banyak. Buahnya kecil, bila masak berwarna merah kehitaman. Daging buahnya padat. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng, sabun, dan lilin. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Ampas yang disebut bungkil inti sawit itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang.
Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90 °C. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur.
Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos.
Sejarah perkebunan kelapa sawit
Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1848. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor, sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli, Sumatera Utara pada tahun 1870-an. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industri pertengahan abad ke-19. Dari sini kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli, maka dikenallah jenis sawit “Deli Dura”.
Pada tahun 1911, kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah Adrien Hallet, seorang Belgia, yang lalu diikuti oleh K. Schadt. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) dan Aceh. Luas areal perkebunan mencapai 5.123 ha. Pusat pemuliaan dan penangkaran kemudian didirikan di Marihat (terkenal sebagai AVROS), Sumatera Utara dan di Rantau Panjang, Kuala Selangor, Malaya pada 1911-1912. Di Malaya, perkebunan pertama dibuka pada tahun 1917 di Ladang Tenmaran, Kuala Selangor menggunakan benih dura Deli dari Rantau Panjang. Di Afrika Barat sendiri penanaman kelapa sawit besar-besaran baru dimulai tahun 1910.
Hingga menjelang pendudukan Jepang, Hindia Belanda merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. Semenjak pendudukan Jepang, produksi merosot hingga tinggal seperlima dari angka tahun 1940.[2]
Usaha peningkatan pada masa Republik dilakukan dengan program Bumil (buruh-militer) yang tidak berhasil meningkatkan hasil, dan pemasok utama kemudian diambil alih Malaya (lalu Malaysia).
Baru semenjak era Orde Baru perluasan areal penanaman digalakkan, dipadukan dengan sistem PIR Perkebunan. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terus berlanjut akibat meningkatnya harga minyak bumi sehingga peran minyak nabati meningkat sebagai energi alternatif.
Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Botani Bogor hingga sekarang masih hidup, dengan ketinggian sekitar 12m, dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal dari Afrika.

Sabtu, 06 Agustus 2011


لقــد ظهر الدجــــال ادفعــوه – لايموت من يدافعونـــه

ان النبي صلي الله عليه وسلم خط ظهور هذا الدجـــال كواقعة خطيرة ومخافة لنوع البشريـة من ادم عليه الصلاة والسلام الي يوم القيام (مسلم).وليس هذا فقـط ، وقد أعاذ الله من هذه الخطيرة العظيمـة.

لقــد جــاء الدجــــال الاعور والروح النجـس الخطيرالذي عرفــه النبي صلي الله عليه وسلم

ان برحمة الله العظيمة قد علم ذلك الدجال " الامام لحزب التوحيد سيد محمد بايزيد خان البني الذي هو يدل ان الدجال فيما ذكر نبي العالم ان الدجال تهذيب اليهود والنصاري الدهيرية الغربية. هذا الروح النجس تولـد قبل 473 سنة، وعبر طفوليته ثم عير شبوبيته ثم وصل الفتية. ويسلط سائر الدنيا بذلك السلطة الوحشية والضليع. اليوم سائر العالم أي الناس أجمعين مع المسلمين يسلمونـه ربا ويسجدون قدميـه.

معني الدجــال –

ان معني الدجـال الخداع اللامـع ما يراه حسين من الخارج ولكن مقبوح في الداخـل كمثل ثمر " الحنجل". فإن التهذيب الغربية الالـية التي هي لامعة من الظاهر ان يراها وتجذب الناس وتسدر العيون بنجاحها الصناعيـة الحديثـة، ولكن تحت سلطاتها يكون الارض مملوئه بالمنكرات والظلمات وسوء القضاء والفساد والحروب والجوع، وسفاحـة الدماء والبكاء ودماع العيون. هذه التهذيب الغربية حدثت حربين عظيميتن في القرنين السابقين. وقتـلت 140 ميليون من بني أدم ثم بعد ذلك قتلـت 20 ميليون من الناس. وعدد المجروحين مضاعفـة من ذلـك. وفي القرن الحديث هذه التهذيــب قتلــت الناس بعـدد عشرة مائـة ألف في الجمهوريــة العراقيـة فقط. فلهذا إسمه الدجـال، الخادع اللامـع. فانه التهذيــب الغربيـة ليسـت تهذيـب. فـان التهذيــب هو الدجـــال الخادع الـلامــع.

ان التهذيــب المصنوعة باليهود والنصري قد اعلنت أنهـا تقيـم السلطانيـة البشرية بإستئصال السلطانية الالهيـة علي سائر العالـم وقدإستلم الناس سلطانيتـه. ان فكرة مصنوعية جميعهـا أساليـب اعلـي لمناهـج الحياة الإنسانية هذه الكلمة تتم نشرهـا في الاوراق والاخبارات والاضاعات والتلفزيون والمناقشات والمناهيـج التعليميـة باستمرار. بنتيجـة ذلـك الناس كلهم قبـل هذا الكذب والكفر كصحيح وصادق. والملـة المسلمة الحاليـة تعـد مناهـج الحياة الدجاليـة حــل كل مشاكل الحياة ومصدر الراحـة والسـلامـة والدفاع. وكذلــك انهـم جعــل الدجـال ربهــم. هــل حصلت السلامة ؟ ان الامة المسلمة الحاليـة عجز عن عرف الدجــال وقبلت مناهج حياتـه ووقعت في نار الدجـــال وتمضون حتاتهـم في الفسـاد الكبير.

صفحـة/2

وقد ثبـت باحاديــث رسول الله صلي الله عليه وسلم بأن الدجــال ان الدجـــان ليس روح جسمي (Physical) وكان ذلك مثــالا. لافهــام الامـة في عهـد رسول الله صلي الله عليه وسلم عن قوة التهذيــب الحاليـــة. وأقـــول لمن يخالــف قولــي هذا ، مثــلا حسب ظنكم ان روحــا كبيـرا ذي عين واحــد ظهر في العالــم راكبا علي المركـب العظيـم، فهــل يريبون احــد ان هذا هو الدجــــال الذي ذكـــره النبي صلي الله عليـــه وسلــم في حديثـــه ؟ برؤيــة الروح بالعيـن لايعرفونـه المسلمون فقــط وغير المسلمون ايضـا يعرفــه في لمحـــة بان هذا هو الروح الدجـــال الذي ذكره نبي الاســلام. ولكن قـــال الرســول صلي الله عليــه وسلــم " ان المؤمنون الجاهلون يعرفون الدجـــال ويقــدرون ان يقرؤا بالخط علي جبهتـه " الكافــر" ولكن الذيـن لايؤمنون لايرفضونـه وان لم يكونوا جهالاء.

وقـال النيي صلي الله عليـه وسلم " ان الدجـــال يخــرج من اليهود ويتبعونـه سبعون الفا من امتي، يعني غيرمحدود من الناس يتبعونــه. إن كان الدجــــال الروح النجــس الحي فكيف يظهر من بين اليهود ؟ وكيف يكون هذا ان بعض الناس يتبعونه وبعضهـم يرفعونـه بعد رؤيتـه وبعض الناس يقدرون ان يقرؤا كلــمـة " كافــر" علـه جبهتــه وبعضهـم لا يقدرون ؟

وأيضا ان تم ظهور اي حيوان جسمي عظيم روح نجـس في الحقيقة كما يظنه الناس والرؤح النجس يامر الناس جميعا لان يتبعوه ربـا، هـل صاحب عظيم القوات الامريكيون الذين لهم تسلط علي سائر العالم مع الاقوام الاخري تتبعونـه ؟ هذا مفهوم عام بان الامريكيون لايتبعونـه (الدجـال)، بـل يقتلـه بضرب القنابلـة الجهوريـة، ولكن الرسول صلي الله عليه وسلم لم يذكر مثـل هذا المصادمة بل قـــال " ان الدجـــال يسلط علي سائر العالم بانـه لايبقـي خارج تسلطـه قطعـة من الطيـن وقطرة من المــاء . يعنـي لا ريـب فيه ان الدجـــال ليــس شيء تراه العين او يمســه باليـد. بــل تهذيــب اليهود والنصري الحالـي هو عظيم القوات الروح النجـــس هو الدجــــال وتقانــي أليــة هو مركبــه.

قد حقق حديـــث رسول الله صلي الله عليه وسلم " لايموت دافعوا الدجـــــال"

هــل الدجـــال تهذيــب اليهود والنصري في الاصـل ؟ هذا السوال لايحتاج الي الاستدلال في الحال لسبب خاص. وذلك لان الرسول عليه افضل الصلوات واتم التسليم قــال " من يدفـع الدجـــال الملعون والعور فتكون دراجاتهـم مثــل درجــات الشهـــداء الذين يقاتلون في غزوات البدروالاحـد في عهـد رسول الله صلي الله عليه وسلم ومعـه ( بخاري، مسلم). وقـد حقق الحديــث ، وان إمام الزمان لحزب التوحيد قد لاحــظ الدجـــال والذين يتبعونـه (امام الزمان) قد قدم بتقديم تعريف الدجــــال أمام الناس وبهـذا هـم يدافعون الدجــــال. ولايعرف الدجــــال كدجـــال الا أعضاء حزب التوحيــد، فــلايدافعــه احــد . فحسب حديــث الرسول صلي الله عليه وسلم – كل واحـد اعضاء حزب التوحيــد يساوي في حياتـه كشهيدين. فشهادتهم ليست نظريا او دعوي شفوي، قـد منح الله لنا ثبوتــه الحقيقيـة ويمنـح ذلـــك في الحـــال أيضــا. ودليــل ذلك نحن نعلم إذا مات الانسان يبداء ان يجمـد بعـد ساعتيـن. ويكون الجسم الميت مجمدة كالعود الشديد خــلال 12 ساعة، وبعد 24 ساعة تلين الجســم، وبعــد هذا ينعفن. حسب قول علوم الطـــب ان اكبر علامة الموت جمادة الجسـم، وليس ذالك للانسان فقــط بــل هذا يحــدث لكل حيوان بعـــد الموت. فيقال هذه الجمادة في علوم الطب(Rigor Mortise).

صفحة/3

هذا الموضوع متعجب جدا لاننا نراقـب من أيام ان هذه القاعدة الطبيعية لاتحدث لاعضاء حزب التوجيـد. لاتجمد اجسام مجاهدي ومجاهدات هذه الحركة بعد موتهم. والحرارة لاتتبرد بعد الموت كمثل الميت العام. ولم توجد هذه العلامات العامة الطبعية بعد موتهم الي 27 ساعة علي أجسامهم. وقد حدث ذلك أيضا للذين لم يقتلوا في سبيل الله بل ماتوا في مرض او بعد الجرح في حادث. وان مثال هذه الواقعة ليست واحـد بل اكثر. البيانات المفصلة للواقعات موجودة لدينا مع توقيع الشاهدين. إن رغـب احـد رؤيتها نحن نقدم ذلك لـه إنشاء الله. ولايوجد مثال عدم تجمد الميت في علوم الطب. فالسوال هاهنا ماهو شرح الحادثة التي تحدث خلاف القواعـد الطبيعية ؟

فشرح ذلك انـه سبحانه وتعالي قد تقبل شهادة قبل الموت للذين يدافعون الدجـال من أعضاء حزب التوحيـد، والله سبحانه وتعالي في القران الكريم اكثر من مرة واحـدة. " ولا تقولوا لمن يقتل في سبيل الله اموات بل احيـاء ولكن لايشعرون( البقرة 154، ال عمران 169). فحسب ما قال الله سبحانه وتعالي الشهداء هم الاحيـاء. وقال الرسول صلي الله عليه وسلم " اما الذين يقاتلون لدفاع الدجـال هم الشهــداء قتل الموت. فثبـت بالقران وحديث الرسول ان الذين يدافعون الدجــال في اخر الزمـان لن يموتون بل هـم الشهــداء. في زماننا الحديــث ان اعضاء حزب التوحيـد يحصلون درجـة شهيدين لمدافعـة الدجــال، ولهـذا لاتجمـد اجسامهـم بعد الموت، بـل يبقـي لينـا. ولاتبرد أجسامهم كمثل الموت العــام. وان ماتو ظاهرا ولكن لايموتون في الاصـل، بــل احيـاء يتحجبون عن نظر الانسان فقـط.

فثبت بدون إرتياب ان ما يدافعـه حزب التوحيـد يعني المخترعات اليهوديــة والنصرانيـة هي " الدجـــال"، وايضـا ثبت مع ذلـك ان حزب التوحيـد هو حزب ما اخبر عنه رسول الله صلي الله عليه وسلم قبـل 1400 سنـة. يبلـغ لكم هذه البشـارة. ولنا فرصـة حصول اجرة وكرامة كبيرة لدفـع الدجـــال. فتعال نقيـم الاتحـــاد خلاف الدجــــال، وندافــع الدجــــال. وفقنــا الله قبــول الحــق. أميـن.

بان تهذيب اليهودية والنصرنية قد اعلنت بانها تقيم السلطانية البشرية بأستئصال السلطانية الالهيـة علي سائر العالمزوقد إستلم الناس سلطانتـه. ان جميع قوانين الناس وفكرهـم أساليـب اعلي لمناهج حياتهـم.وولنشرهذه الكلمات في الاوراق، والاخبارات الدجاليـة، والراديو-التلفيزيون، والمناقشة-والحفلات، والتعاليم الدجاليـة باستمرار اكثر الناس قبلوا هذه الكذب والكفركصدق. والامـة باسم المسلمين يعـدون مناهج الحياة الدجاليـة حل كل المشكلات، ومصادر الراحـة والسلامة والدفاع

Kamis, 28 April 2011




Ya Allah, lindungi dan selamatkanlah kami.
Perkenankanlah Ya Allah.


Allah tidak memberati seseorang melainkan ia sanggup untuk memiikulnya. Dia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya dan dia juga menanggung dosa kejahatan yang dilakukannya. (Mereka berdoa dengan berkata): Ya Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu dari kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir.

(Surah Al-Baqarah ayat 286)


Al-Baqarah (2) : 155 وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar